Tips Bijak Menghadapi Tetangga yang Menjengkelkan

Menjalin hubungan bertetangga yang baik memang gampang-gampang susah. Jika Anda pernah beberapa kali pindah rumah, Anda pasti menemukan karakter tetangga yang berbeda-beda. Ada yang ramah, ada yang tampak sombong, ada yang ingin tahu urusan orang, dan lainnya. Dan tak bisa dipungkiri, hidup berdampingan dengan tetangga yang bersifat buruk adalah hal yang menjengkelkan.


Kekesalan pada tetangga seringkali bermula dari sikap intoleran yang dibiarkan berlarut-larut. Banyak contoh umum tetangga yang bersikap seenaknya tanpa memerdulikan kenyamanan orang lain di sekitarnya. Antara lain menyetel musik dengan volume keras, buang sampah sembarangan, bertengkar tengah malam, dan bergosip kejelekan orang lain.

Dari sikap intoleran yang terus berlanjut, tak sedikit konflik antar tetangga dibawa ke ranah hukum. Tetangga yang sikapnya sudah kelewat batas memang bisa dilaporkan ke polisi karena ada undang-undang pidan dan perdata yang mengaturnya. Bagaimanapun, konflik dengan tetangga sebaiknya tidak buru-buru dibawa ke jalur hukum.

Di bawah ini adalah beberapa tips bijak menghadapi tetangga yang menjengkelkan:

Refleksi diri

Tidak ada manusia yang sempurna karena pasti masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Dan tanpa disadari, mungkin ada sikap ataupun perkataan Anda yang menyinggung orang lain. Hal itulah kemungkinan yang memicu kebencian tetangga kepada Anda. Sebelum berprasangka buruk terhadap tetangga sekitar, lakukan refleksi dan introspeksi diri. Jangan ragu untuk meminta maaf jika Anda merasa ada sikap maupun perkataan yang membuat tetangga Anda tidak nyaman.

Mencoba lebih dekat dengan para tetangga

Cobalah untuk lebih mengenal tetangga kanan kiri rumah Anda secara lebih dekat. Mungkin saja mereka dari luarnya tampak menyebalkan tapi sebetulnya begitu baik setelah Anda mengenalnya lebih dalam. Jangan ragu untuk menyapa terlebih dahulu sambil melempar senyum. Atau tawarkan bantuan jika mereka terlihat sedang membutuhkan pertolongan.

Jangan menaruh dendam

Membalas sikap buruk tetangga hanya akan memperkeruh masalah. Usahakan untuk selalu menyapa dan tersenyum ketika bertemu. Jika ada acara, pastikan untuk selalu mengundang mereka. Ketika sakit pun, Anda pun harus segera menengok mereka. Anda dan tetangga akan hidup dalam satu area yang sama berdampingan untuk waktu lama sehingga akan saling membutuhkan satu sama lain. Jadi jangan biarkan kekesalan Anda dibiarkan berlarut-larut dan tumbuh menjadi dendam pada tetangga Anda.

Utarakan masalah secara dewasa

Jika sudah benar-benar tidak tahan dengan tetangga Anda yang menjengkelkan, temuilah mereka untuk mengutarakan pokok permasalahnnya. Namun penting untuk menyampaikannya dengan kepala dingin dan sopan. Hindari berbicara langsung dengan nada tinggi.

Jika Anda bisa berbicara dengan tegas tanpa mengesampingkan kesopanana, tetangga Anda pun pasti akan segan sehingga besar kemungkinan tetangga mereka akan mencoba untuk mengubah sikap dan menyampaikan hal-hal yang juga mungkin tidak disukai dari diri Anda.

Musyawarah dengan RT dan warga lainnya

Jika sikap menjengkelkan tetangga Anda tak kunjung berubah bahkan dianggap kelewat batas, berdiskusilah dengan pak RT atau warga lainnya. Cobalah tanyakan apakah mereka juga terganggu oleh sikap tetangga tersebut. Lalu carilah solusi terbaiknya dengan duduk bersama supaya konflik Anda dan tetangga yang menjengkelkan itu tidak semakin buruk.