Pengalaman Beberapa Orang Pindah Ke Malang, Yuks Lihat Faktanya

Malang merupakan salah satu kota yang populer sebagai destinasi wisata di Jawa Timur. Bukan tanpa alasan, kota yang dijuluki Paris of East Java ini menawarkan keindahan alam yang eksotis hingga taman rekreasi modern. Namun, orang-orang datang ke Malang bukan hanya untuk berwisata. Tak sedikit mahasiswa rantau yang kuliah di Malang mendapatkan pekerjaan di Malang dan pada akhirnya membeli rumah di Malang. Memang Malang adalah kota yang menyenangkan sebagai tempat tinggal. Jika Anda saat ini terpikir untuk pindah ke Malang, simak fakta-fakta menarik tentang Malang berikut ini!


Destinasi wisata yang beragam

Kalau Anda menginginkan tempat tinggal nyaman dan dekat ke berbagai destinasi wisata, Malang punya kedua hal itu. Malang bisa dikatakan sebagai salah satu surga wisata di Jawa Timur. Mulai dari wisata alam berupa gunung, pantai, dan air terjun hingga taman rekreasi seperti Jatim Park dan Museum Angkut.

Secara geografis, Malang dikelilingi pegunungan dan dataran tinggi seperti gunung Bromo dan gunung Kawi. Hal ini membuat sejumlah wilayah di Malang berudara sejuk. Dan ini menjadi salah satu alasan mengapa orang-orang memutuskan untuk menetap di Malang. Tak cuma itu, ada bagian wilayah Malang yang berbatasan dengan Samudera Hindia sehingga di sana terdapat wisata-wisata pantai yang menarik untuk dikunjungi.

Dijuluki kota pelajar

Selain hawa yang sejuk, Malang menjadi lokasi berdirinya puluhan kampus perguruan tinggi. Mulai dari perguruan tinggi negeri favorit hingga swasta. Beberapa kampus favorit di Malang antara lain Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya, UIN Maulana Malik Ibrahim, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Politeknik Negeri Malang. Jadi, Malang adalah salah satu kota yang ideal untuk Anda yang mencari tempat tinggal di kawasan pendidikan.

Warga yang ramah

Warga lokal Malang adalah suku Jawa. Seperti kita ketahui, suku Jawa terkenal dengan karakteristiknya yang ramah, lemah, dan segan walau pada orang yang belum dikenal. Penggunaan bahasa Jawa di Malang memang tidak begitu halus, namun keramahan masyarakat lokal Malang masih terlihat hingga saat ini.

Biaya hidup relatif murah

Meski dikategorikan sebagai kota besar, namun biaya hidup di Malang terbilang rendah. Masih banyak orang yang menilai kalau biaya hidup di Malang tidak setinggi biaya hidup di Surabaya. Satu porsi nasi dengan lauk berupa ayam dan lalapan masih bisa dijangkau dengan harga Rp 10 ribu-an. Menurut banyak mahasiswa yang berkuliah di Malang, uang sebesar Rp 1 juta rupiah bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Kota seribu taman

Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah kota Malang sedang gencar melakukan revitalisasi dengan membangun taman kota. Hal ini dilakukan guna mengembalikan keasrian kota Malang yang terkenal sebagai kota yang sejuk tapi kesejukan itu perlahan hilang. Didukung oleh pemerintah dan pihak lainnya, kini semakin banyak taman kota di Malang yang juga bisa digunakan oleh masyarakat untuk melepas penat dan mempererat hubungan sosial.

Prospek investasi properti di Malang

Perkembangan properti di Malang boleh dibilang cukup lambat, padahal merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Akan tetapi, sekarang Malang kian berkembang dari segi infrastruktur. Adanya beberapa ruas jalan baru secara langsung maupun tidak langsung meningkatkan nilai ekonomis tanah di beberapa wilayah di Malang. Hal inilah yang mendorong banyak orang yang akhir akhir ini mencari informasi rumah dijual di Malang dan membeli properti di Malang. Pembangunan infastruktur yang masif oleh pemerintah dapat mendorong kenaikan harga properti yang drastis.